Franchise HokBen merupakan bisnis kuliner dengan style Jepang yang cukup populer di Nusantara. Di era yang menuntut kepraktisan saat ini, bisnis dengan konsep bento tersebut diprediksikan kian naik daun.
Konsep bento berarti makanan bekal dengan sajian menu spesial yang terbilang lengkap, yaitu berupa nasi dan lauk pauk. Bertujuan utama sebagai makanan bekal, sehingga pengemasannya pun lebih praktis. Inilah yang menjadi daya tarik utama bisnis HokBen.
Kebanyakan masyarakat mengira bahwa restoran ala Jepang yang me-rebranding nama produknya pada 2013 ini berasal dari Negeri Sakura. Ya, semula HokBen populer dengan nama Hoka Hoka Bento.
Usut punya usut, kuliner populer yang berdiri sejak 18 April 1985 ini ternyata asli milik orang Indonesia, yaitu Hendra Arifin. Saat itu, Hoka Hoka Bento bertempat di Kebon Kacang, Jakarta Pusat dan bernaung di bawah PT Eka Bogainti.
Pada awal berdiri, Hoka Hoka Bento hanya menyediakan layanan take away dan hanya satu-satunya. Artinya, franchise HokBen tidak memiliki kompetitor karena tidak ada restoran serupa.
Kebiasaan orang Indonesia yang lebih menyukai menyantap makanan di tempat, mendorong HokBen membuka layanan dine in. Meskipun demikian, HokBen masih mempertahankan layanan pesan antar.
Barulah pada tahun kelima, HokBen membuka 27 cabang yang tersebar di area Jawa Barat. Hal ini karena HokBen telah mengantongi hak cipta sendiri.
HokBen berhasil melebarkan sayap dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010 telah membuka 170 cabang resmi dan pada 2022 bertambah menjadi 294 gerai. Semuanya tersebar di Sumatra, Jawa, dan Bali.
Kendati demikian, ekspansi bisnis HokBen terbilang lambat karena tidak membuka sistem franchise. Artinya, setiap restoran yang berdiri merupakan cabang asli dari kantor induk Jakarta Pusat.
Justru inilah yang menjadi keunggulan HokBen dalam mempertahankan kualitas dan rasa otentiknya. Kedua elemen tersebut menjadi pembeda HokBen dengan kompetitor lain dan sudah mendapat pengakuan dari pelanggan setianya.
Adapun kelebihan yang lain adalah menawarkan menu beragam, harga merakyat, layanan pesan antar dan dine in, serta tak pernah berhenti berinovasi mengenalkan menu-menu terbaru sesuai selera konsumen.
Keunggulan inilah yang membuat HokBen selalu eksis sebagai pilihan restoran favorit cepat saji.
Meniadakan sistem waralaba atau franchise, sehingga sulit mendapatkan kepastian dan kejelasan seputar syarat, cara, serta harga franchise HokBen. Bagi yang masih tertarik menjalin kemitraan dengan HokBen, silakan menghubungi tim terkait untuk mendapatkan informasi lebih jelas dan detail.
Menekuni bisnis kuliner tidak mengenal harga mati. Sistem franchise sendiri memiliki peluang besar untuk meraup keuntungan.
Meskipun belum atau tidak ada kesempatan untuk franchise HokBen, bukan berarti harus mengubur dalam-dalam keinginan membangun bisnis franchise. Masih banyak lagi rekomendasi bisnis franchise kuliner di bidang makanan.
Misalkan saja franchise Rindu Minang. Bisnis kuliner dengan konsep cafe dan restoran makanan padang ini layak coba. Apalagi minat masyarakat terhadap masakan padang tidak pernah surut.
Dukungan harga terjangkau membuat masakan padang selalu mendapat tempat di hati masyarakat. Kombinasi rasa mewah restoran padang bisa dinikmati oleh semua masyarakat, baik kalangan atas maupun kelas ekonomi bawah.
Restoran padang juga terkenal memberikan porsi dalam jumlah banyak. Rindu Minang sendiri menawarkan konsep restoran modern dan kekinian.
Daripada menunggu adanya peluang franchise HokBen, lebih baik segera mulai merintis bisnis kuliner sistem franchise Rindu Minang. Menunda berarti memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menjadi pebisnis sukses.