Tren minuman kekinian di Indonesia makin digandrungi Gen Z, mulai dari kopi susu unik, bubble tea, hingga minuman es dengan topping kreatif. Media sosial seperti TikTok dan Instagram jadi senjata ampuh yang membuat minuman tertentu viral dalam waktu singkat.
Anak muda nggak cuma minum, tapi juga pamer di feed dan story mereka, menjadikan minuman sebagai bagian gaya hidup mereka.
Fenomena franchise muncul sebagai solusi menarik bagi calon pebisnis yang ingin ikut tren tanpa harus membangun brand dari nol. Dengan sistem yang sudah siap pakai, franchise memudahkan ekspansi cepat, sambil memanfaatkan branding yang sudah dikenal.
Artikel ini akan membahas lima franchise minuman paling viral di kalangan Gen Z, kenapa mereka populer, dan tips memilih franchise yang tepat agar bisnis bisa langsung cuan.
Minuman kekinian bukan sekadar soal rasa, tapi bagian dari identitas anak muda yang ingin eksis di media sosial. Konsep visual, kemasan menarik, dan inovasi menu membuat Gen Z selalu penasaran untuk mencoba. Sistem franchise membuat brand bisa cepat buka di banyak lokasi tanpa perlu membangun dari awal, sehingga penetrasi pasar lebih mudah.
Harga yang relatif terjangkau dan menu kreatif bikin konsumen ketagihan mencoba berulang kali. Dukungan marketing dari franchisor, termasuk kampanye digital dan strategi hype di media sosial, makin membuat brand mudah dikenali.
Investor baru juga melihat potensi profit yang menjanjikan, karena target pasarnya jelas, loyal, dan selalu update dengan tren terbaru. Jadi, franchise minuman menjadi pilihan emas bagi mereka yang ingin bisnis cepat jalan dan tetap relevan di pasar muda.
Chatime hadir di Indonesia sejak awal 2010-an dan cepat diterima Gen Z karena menu minuman manis dengan varian topping unik. Produk seperti brown sugar milk tea atau taro latte sering viral di TikTok dan Instagram, bikin orang rela antre panjang demi foto aesthetic.
Skema franchise Chatime cukup jelas, dengan biaya investasi yang terjangkau bagi pemula, sementara potensi keuntungan bisa stabil tiap bulan. Strategi digital mereka termasuk kolaborasi dengan influencer dan campaign online yang rutin, membuat brand ini tetap hits.
Chatime membuktikan kombinasi rasa konsisten, branding kuat, dan pengalaman visual menarik mampu menciptakan franchise minuman yang sukses di kalangan anak muda.
KOI The terkenal dengan menu teh susu dan topping unik yang gampang diterima selera Gen Z. Konsep “instagramable drink” membuat setiap gelas minuman jadi objek foto yang menarik. Brand ini rutin hadir di konten media sosial dan sering memunculkan tren baru.
Biaya franchise KOI relatif lebih tinggi dibanding pemain bubble tea lainnya, tapi margin keuntungannya cukup menjanjikan. Keunggulan KOI dibanding pesaing ada di kualitas bahan, konsistensi rasa, dan pengalaman pelanggan premium.
Strategi branding yang fokus pada visual dan engagement membuat franchise ini selalu relevan di mata konsumen muda, sehingga investor bisa merasa aman menanam modalnya di brand ini.
Xing Fu Tang terkenal dengan minuman gula aren dan tekstur bubble kenyal yang sedang hype. Konsep gerai yang menarik serta packaging cantik bikin konsumen tertarik untuk membeli sekaligus foto untuk media sosial.
Modal awal franchise cukup tinggi, tapi potensi balik modal bisa cepat tergantung lokasi dan strategi pemasaran. Faktor viral Xing Fu Tang bukan cuma rasa, tapi juga pengalaman visual yang konsisten di setiap gerai. Branding yang kuat, packaging unik, dan rasa yang memuaskan membuat franchise ini jadi favorit anak muda yang mencari sensasi minum sambil eksis di sosial media.
HeyTea dikenal karena cheese tea dan minuman eksperimental yang selalu inovatif. Target pasarnya adalah kalangan urban yang ingin mencoba tren terbaru, dan brand ini rutin mengadakan hype marketing melalui media sosial dan influencer.
Biaya franchise HeyTea termasuk tinggi, tapi ROI cukup menarik karena menu premium dan loyalitas pelanggan tinggi. Kolaborasi dengan influencer dan event lokal membuat brand tetap relevan dan viral di kalangan Gen Z.
Konsep gerai modern, pelayanan cepat, dan minuman unik menjadi daya tarik utama yang sulit disaingi brand lain, sehingga franchise ini layak dipertimbangkan bagi investor muda.
Sharetea adalah franchise minuman global yang makin digemari Gen Z di Indonesia. Menu andalan seperti milk tea klasik, fruit tea, dan minuman musiman selalu mendapat perhatian, sementara inovasi minuman baru menjaga brand tetap fresh.
Skema investasi franchise Sharetea cukup fleksibel, dengan margin keuntungan yang menarik untuk pemilik baru. Keunggulan dibanding kompetitor lokal dan internasional adalah pengalaman konsisten, rasa stabil, dan branding internasional yang sudah terkenal.
Hal ini membuat Sharetea menjadi pilihan franchise minuman yang bisa diandalkan bagi siapa saja yang ingin cepat masuk pasar Gen Z.
Sebelum memutuskan, pastikan mengecek rekam jejak brand dan review dari franchisee sebelumnya. Lokasi juga penting: pilih tempat strategis yang sering dikunjungi anak muda. Jangan cuma ikut tren viral tanpa riset, sesuaikan modal dan strategi operasional agar bisnis tidak stagnan.
Perhatikan dukungan franchisor, mulai dari training, branding, hingga marketing digital. Evaluasi menu yang viral tapi feasible dijual jangka panjang. Franchise yang sukses bukan cuma soal tren sementara, tapi sistem yang mendukung operasional, kualitas, dan pertumbuhan berkelanjutan. Dengan riset matang, peluang sukses bisa lebih tinggi dan bisnis minuman bisa langsung cuan.
Tren berikutnya akan muncul minuman hybrid, seperti kopi plus bubble tea atau minuman plus snack ringan. Integrasi digital dan pemesanan online akan semakin penting untuk meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan. Konsep instagramable tetap menjadi kunci, karena pengalaman visual masih jadi daya tarik utama bagi Gen Z.
Sustainability juga bakal naik daun: kemasan ramah lingkungan dan bahan lokal akan jadi nilai tambah. Brand baru punya peluang besar untuk berinovasi dengan rasa unik yang bisa viral, apalagi jika pandai memanfaatkan media sosial dan strategi marketing kreatif. Investor baru yang adaptif bisa langsung memanfaatkan tren ini untuk meraih pangsa pasar muda yang besar.
Franchise minuman tetap jadi magnet bagi Gen Z karena kombinasi inovasi, branding, dan marketing digital sangat efektif. Lima franchise di atas — Chatime, KOI The, Xing Fu Tang, HeyTea, dan Sharetea — membuktikan bahwa sistem bisnis yang mapan, menu kreatif, dan visual menarik bisa menghasilkan cuan besar.
Bagi calon pebisnis, kuncinya adalah memilih franchise sesuai modal, target pasar, dan gaya hidup Gen Z. Dengan strategi matang, lokasi tepat, dan dukungan franchisor, bisnis minuman bukan cuma tren sesaat tapi investasi yang menguntungkan dan berpotensi terus berkembang.